Perbedaan Las Karbit dan Las Listrik

Perbedaan Las Karbit dan Las Listrik | Pada era industrialisasi saat ini, pengelasan merupakan pekerjaan yang sangat penting demi menunjang pembangunan yang berbasis teknologi, baik itu bidang konstruksi maupun peralatan sehari-hari. Sebelumnya kita telah membahas apa itu pengelasan atau welding, dan juga bagaimana cara memilih mesin las terbaik. Mesin las adalah alat yang digunakan untuk menyambung material seperti besi atau logam agar menjadi kesatuan bentuk yang diinginkan sesuai fungsinya. Mesin las dibagi menjadi 2 jenis, yaitu mesin las karbit dan mesin las listrik. Prinsip kerja mesin las sendiri adalah dengan cara membakar atau memanaskan sebuah kawat khusus untuk pengelasan dengan energi panas yang dihasilkan dari gas asetilena (acetylene) untuk mesin las karbit dan dari aliran listrik untuk mesin las listrik.

Perbedaan Las Karbit dan Las Listrik

Las karbit biasanya untuk menyambung dua logam dari bahan besi / aluminium dengan ketebalan di bawah 2 mm. Sedangkan Las Listrik adalah untuk menyambung berbagai jenis logam dengan ketebalan min 2 mm. Elektrodanya (kawat las) menyesuaikan dengan tipe logam yang akan disambung.

Soal kekuatan, jelas las listrik lebih kuat daripada las karbit. Namun, las listrik tidak bisa menangani bahan tipis, temperaturnya yang kelewat tinggi bisa melelehkan bahan yang akan dilas.

Untuk masalah kerapian sambungan dan kekuatan sambungan sebenarnya tergantung dari skill tukang las nya (Baca Juga : Cara Pengelasan yang Baik dan Benar). Sebab dalam tidaknya akar las itu tergantung sama cara dan posisi pembakaran elektroda.

Meskipun demikian, tetap ada Perbedaan Las Karbit dan Las Listrik beserta kekurangan kelebihan dari 2 jenis mesin las tersebut, yang mana dapat menjadi pertimbangan dalam memilih jenis mesin las yang akan digunakan.

Perbedaan Las Karbit dan Las Listrik

MESIN LAS KARBIT

Mesin las karbit sangat cocok untuk digunakan dalam pengelasan pada objek kecil dan tipis. Mesin las karbit ini memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding mesin las listrik, yaitu sebagai berikut:

Kelebihan

  • Peralatan yang digunakan lebih murah. Cukup menggunakan korek api dan kawat las.
  • Pemeliharaan dan perawatan mesin las karbit yang lebih murah.
  • Tehnik pengelasan relative mudah (tidak perlu mempelajari tehnik khusus).
  • Cocok untuk pengelasan besi / logam kecil (maksimal 2mm).

Kekurangan

  • Ukuran tabung besar, sehingga sulit untuk dipindah/dibawa ke tempat lain.
  • Harga tabung gas lebih mahal untuk modal awal.
  • Selang las panjang, membuat sedikit mengganggu jika ingin melakukan pengelasan dengan berpindah posisi.
  • Dengan maksimal ketebalan yang hanya 2mm, mesin las karbit tidak cocok untuk pengelasan besi / logam diatas 2mm.

MESIN LAS LISTRIK

Mesin las listrik sendiri terbagi dari beberapa jenis dan fungsi berbeda. Mesin las ini juga sangat cocok untuk melakukan pengelasan pada objek las yang memiliki ketebalan lebih dari 2mm. Sebelumnya kita akan bahas terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya dibawah ini:

Kelebihan

  • Ukuran yang menyesuaikan kapasitas yang kita pilih, sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dan mudah jika ingin dipindah / dibawa kemanapun kita mau.
  • Harga kawat las yang lebih murah.
  • Penggunaan listrik menyesuaikan kebutuhan dalam pengelasan objek yang dapat diatur.
  • Pada saat ini banyak mesin las yang menggunakan teknologi inverter yang dapat menghemat listrik.
  • Selain listrik PLN, mesin las ini juga dapat digunakan dengan sumber listrik genset.

Kekurangan

  • Dengan menggunakan listrik, berarti kita harus menyiapkan biaya listrik yang akan digunakan , baik itu bersumber dari listrik PLN maupun genset.
  • Untuk mesin las tertentu membutuhkan skill pengelasan yang khusus.
  • Kabel listrik yang diberikan dalam paket mesin las biasanya pendek, sehingga pekerjaan pengelasan harus dekat dengan sumber listrik.

Berikut ini beberapa jenis LAS :

1. SMAW = Shielled Metal Arc Welding. Ini oleh orang umum disebut Las Listrik. Las ini kurang cocok untuk ngelas besi atau plat dengan ketebalan kurang dari 3mm. Baik untuk ngelas besi baja ringan, baja keras dan stainless stell. Elektroda (kawat lasnya) menyesuaikan dengan bahan yg dilas.

2. MIG = Metal Iner Gas, las ini menggunakan gas sebagai pelindung proses pencairan benda kerja (benda yg dilas). Ada dua jenis gas yg dipakai, yaitu CO2 dan Argon. Las ini punya kemampuan mengelas besi atau plat tipis 1mm sampai dengan ketebalan tak terbatas, tapi idealnya untuk besi / plat tipis. Bisa ngelas besi baja sedang, baja keras, aluminium, stainless stell sesuai dengan kawat (bahan tambah) yang digunakan. Panas akibat pengelasan juga tidak melebar, cocok untuk ngelas body mobil, motor, kabinet dll.

3. Las Asetilyn = biasa menggunakan gas asetilyne atau karbid. Cocok untuk ngelas bahan tipis. Bisa ngelas baja ringan, sedang, aluminium, kuningan. Dampak panasnya lebih luas daripada kedua las listrik tersebut diatas.

4. TIG = Tungsten Iner Gas, lebih dikenal las Argon karna menggunakan gas Argon sebagai pelindungnya. Bisa ngelas baja ringan, sedang, keras, bahan aluminium, stainless stell, kuningan

Itulah beberapa Perbedaan Las Karbit dan Las Listrik beserta kekurangan kelebihan dari masing-masing 2 jenis mesin las yang kita bahas diatas. Selanjutnya perkirakan kebutuhan anda dalam memilih mesin las yang akan anda gunakan dalam melakukan pekerjaan pengelasan anda, dan ingat Selalu Melindungi Menjaga Kesehatan Mata Saat Pengelasan.

You may also like...